Palembang — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembelajaran STEM bagi Guru Jenjang SMA-SMK Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 20–23 September 2026 tersebut dilaksanakan di Hotel Sintesa Peninsula Palembang dan diikuti oleh guru dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Kegiatan pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala BGTK Sumatera Selatan, Dra. Ohorella Erma, M.Ikom., pada Minggu, 20 September 2026. Pembukaan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam menerapkan pendekatan pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di satuan pendidikan.

Dalam sambutannya, Kepala BGTK Sumatera Selatan, Dra. Ohorella Erma, M.Ikom., menyampaikan bahwa pembelajaran STEM memiliki peran strategis dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin dinamis.

Menurutnya, guru perlu terus mengembangkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dalam dunia pendidikan. Penerapan pendekatan STEM diharapkan dapat menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif, kolaboratif, dan mendorong peserta didik untuk mampu berpikir kritis serta memecahkan berbagai persoalan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Pembelajaran STEM bukan hanya tentang penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga bagaimana guru mampu mengintegrasikan berbagai bidang tersebut dalam pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik,” ujar Ohorella Erma.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keikutsertaan guru dari berbagai daerah menunjukkan adanya komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan di Provinsi Sumatera Selatan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Nellawati, S.Pd., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diikuti oleh 54 orang peserta. Peserta terdiri atas 51 guru jenjang SMA dan 3 guru jenjang SMK yang berasal dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Nellawati menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan dirancang untuk memberikan penguatan kepada para guru dalam memahami konsep, prinsip, serta penerapan pembelajaran berbasis STEM. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan praktik pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kebutuhan peserta didik di sekolah masing-masing.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai materi dan aktivitas pembelajaran yang diarahkan pada pengembangan kompetensi profesional dan pedagogis. Pendekatan pembelajaran yang menekankan keterkaitan antara sains, teknologi, rekayasa, dan matematika diharapkan dapat membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif dan relevan.

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman peserta selama kegiatan, tetapi juga dapat ditindaklanjuti melalui penerapan di sekolah. Para peserta diharapkan mampu berbagi pengetahuan dan praktik baik dengan rekan sejawat sehingga manfaat pelatihan dapat dirasakan secara lebih luas.

Melalui kegiatan tersebut, BGTK Sumatera Selatan terus mendorong penguatan kompetensi guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengembangan pembelajaran berbasis STEM diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan proses pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan yang dibutuhkan pada masa depan.

Leave a Comment