Pangkalan Balai, 20 Juli 2022 — Kepala BGP Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Ohorella Erma, M.IKom., Bersama Kepala BPMP Provinsi Sumatera Selatan, Drs. H. Suyato, M.AP.,selaku Perwakilan Pimpinan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengadakan kunjungan kerja dan audiensi dengan Wakil Bupati (Wabup) Banyuasin, H. Slamet Somosentono, dalam rangka Implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (20/7). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka mempertegas komitmen Kemendikbudristek untuk transformasi pendidikan di Indonesia. Turut hadir mendampingi Wabup, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banyuasin, Aminuddin, S.Pd., S.IP., MM.
Ohorella Erma mengungkapkan bahwa kunjungan kerja ini dibutuhkan untuk silaturahmi dan memperkenalkan secara langsung Kurikulum Merdeka dan urgensinya terhadap pendidikan di Indonesia, serta memastikan kesiapan pembelajaran pada sekolah yang sudah mendaftar untuk menerapkan kurikulum merdeka jalur mandiri. “Masih ada miskonsepsi tentang implementasi kurikulum merdeka. Kunjungan kerja ini juga bertujuan mengklarifikasi miskonsepsi terkait kurikulum merdeka,” ungkap Ohorella Erma.
Selain dalam rangka implementasi Kurikulum Merdeka, Kepala BGP Provinsi Sumatera Selatan juga memberikan informasi terkait data sekolah implementasi kurikulum merdeka jalur mandiri di Kabupaten Banyuasin yaitu sekolah yang terdaftar implementasi kurikulum merdeka sebanyak 584 sekolah, yang terdiri atas 51 PAUD. 441 SD, 47 SMP, 29 SMA, 14 SMK dan 2 SLB. Dari jumlah tersebut, 564 sekolah sudah login pada Platform Merdeka Mengajar (PMM). Adapun jumlah guru di Kabupaten Banyuasin yang mendaftar pada Platform Merdeka Mengajar sebanyak 3.956 orang. Senada dengan hal itu, Kepala BPMP Provinsi Sumatera Selatan dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa kabupaten Banyuasin merupakan kabupaten dengan jumlah sekolah terbanyak yang mendaftar implementasi kurikulum merdeka melalui jalur mandiri.

Selanjutnya Kepala BGP Provinsi Sumatera Selatan juga menyampaikan harapan kepada Wakil Bupati Banyuasin agar memberikan dukungan penuh dalam implementasi kurikulum merdeka dan mendorong guru untuk memanfaatkan platform merdeka mengajar sebagai media belajar mandiri kurikulum merdeka mengajar. Menanggapi permohonan kepala BGP Provinsi Sumatera Selatan, Wabup Banyuasin, H. Slamet Somosentono, SH, menyatakan dukungan implementasi kurikulum merdeka di Kabupaten Banyuasin. “Kami mengajak semua guru agar semangat mengimplementasikan kurikulum merdeka,” ungkap Wabup.
Di akhir sesi kunjungan kerja atau audiensi dengan wakil bupati, ibu Ohorella Erma membujuk Wabup menginstal aplikasi platform merdeka mengajar di smartphone nya. Wabup, H. Slamet Somosentono menyatakan kesediaannya menginstal aplikasi Platform Merdeka Mengajar (PMM) dengan dipandu oleh Kepala BGP Provinsi Sumatera Selatan. Hal tersebut sebagai wujud komitmen Wabup dalam mendukung implementasi kurikulum merdeka di Kabupaten Banyuasin. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banyuasin, Aminuddin, S.Pd., S.IP., MM., juga mendukung implementasi kurikulum merdeka. Selanjutnya dari dialog dengan beberapa kepala sekolah dan guru-guru bahwa mereka sangat mendukung implementasi kurikulum merdeka karena lebih simple dan
Mendalam, dan lebih merdeka . Mereka mulai berkolaborasi dalam belajar secara mandiri tentang kurikulum merdeka. Semoga implementasi kurikulum merdeka pada satuan pendidikan yang sudah siap, berjalan sukses dan dapat mengatasi learning loss akibat pandemi covid-19.
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat




Luar biasa, jika wakil bupatinya saja instal aplikasi platform merdeka mengajar…mudah2an guru-guru di Banyuasin menginstal juga dan memanfaatkannya untuk belajar mandiri tentang kurikulum merdeka.