Palembang — Kegiatan Pelatihan Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) bagi Guru Jenjang SMA-SMK Provinsi Sumatera Selatan secara luring telah resmi ditutup. Kegiatan yang diikuti oleh para guru dari jenjang SMA dan SMK tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Penutupan kegiatan dilaksanakan secara langsung oleh Kepala BGTK Sumatera Selatan, Dra. Ohorella Erma, M.Ikom. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian pelatihan dengan penuh antusias dan komitmen.
Menurut Dra. Ohorella Erma, M.Ikom, pembelajaran STEM memiliki peran penting dalam mendorong guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan selama di kelas, tetapi dapat diimplementasikan dan dikembangkan oleh Bapak dan Ibu Guru di satuan pendidikan masing-masing. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan hendaknya menjadi energi baru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik,” ujar Dra. Ohorella Erma, M.Ikom.
Beliau juga memberikan apresiasi atas partisipasi aktif para guru selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, semangat belajar dan berbagi pengalaman yang ditunjukkan peserta merupakan modal penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang terus berkembang.
“Guru adalah penggerak utama perubahan di sekolah. Ketika guru terus belajar dan berinovasi, maka akan lahir pembelajaran yang mampu menjawab tantangan zaman. Kami berharap semangat yang dibangun selama pelatihan ini dapat terus dilanjutkan dan memberikan dampak positif bagi sekolah serta peserta didik di Sumatera Selatan,” tambahnya.
Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dan pengalaman praktik terkait penerapan pendekatan STEM dalam pembelajaran. Peserta juga didorong untuk mengembangkan ide dan rancangan pembelajaran yang mengintegrasikan unsur sains, teknologi, rekayasa, dan matematika secara kontekstual.
Salah seorang perwakilan peserta menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan yang dinilai memberikan pengalaman baru dan relevan bagi guru.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai guru. Kami mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana menerapkan pembelajaran STEM secara nyata di kelas. Selain mendapatkan materi, kami juga dapat berdiskusi dan berbagi praktik baik dengan rekan-rekan guru dari berbagai sekolah. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat kami terapkan dan kembangkan di sekolah masing-masing,” ungkapnya.
Peserta lainnya juga menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan motivasi untuk lebih berani menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan berorientasi pada pemecahan masalah.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa pembelajaran STEM dapat dikemas secara menarik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Kami menjadi lebih termotivasi untuk membuat pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis, bekerja sama, dan menghasilkan solusi dari permasalahan yang ada di lingkungan sekitar,” tuturnya.
Dengan berakhirnya kegiatan secara luring, diharapkan para peserta dapat menjadi penggerak implementasi pembelajaran STEM di satuan pendidikan masing-masing. Pengetahuan, keterampilan, dan praktik baik yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat terus dikembangkan dan dibagikan kepada rekan sejawat sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kualitas pembelajaran di Provinsi Sumatera Selatan.
Penutupan kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan optimisme. Para peserta diharapkan dapat kembali ke sekolah dengan membawa pengalaman, inspirasi, serta komitmen baru untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan bermakna bagi peserta didik.





